Pages

Minggu, 02 Juni 2013

MENGKUDU KURANGI KANIBAL BENIH IKAN

Mengkudu Kurangi Kanibalisme Benih Ikan Lele




Ikan lele adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang masih menjadi primadona di Indonesia. Disamping mudah dipelihara, harga ikan lele relatif terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Tak heran, jika harganya terus melambung.

Usaha budidaya yang dilakukan secara intensif, akan memaksimalkan kapasitas produksi. Masalah yang sering muncul pada usaha budidaya secara intensif ikan lele ialah tingginya tingkat mortalitas benih ikan lele akibat sifat kanibalisme dalam kegiatan pembenihan.
Hal ini terjadi karena sifat agresif yang tinggi akibat padat tebar pemeliharaan yang tinggi sehingga membatasi ruang gerak dan meningkatkan tingkat persaingan makanan dan oksigen.

Upaya yang dilakukan selama ini dalam mengendalikan sifat kanibalisme ini yaitu dengan melakukan penyortiran (grading) ukuran benih secara teratur atau penjarangan kepadatan pemeliharaan benih.

“Namun, upaya seperti ini dinilai masih kurang efisien karena mengurangi kepadatan pemeliharaan dalam kapasitas produksi yang tersedia dan juga memerlukan tambahan sarana produksi untuk menampung benih hasil sortiran atau penjarangan,” demikian kata Ikbal Hadi, mahasiswa Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, bersama Dosen Pendamping Ir. Harton Arfah, M.Si.

Alternatif upaya lain yang dapat dilakukan dalam mengendalikan kanibalisme benih ikan lele pada sistem budidaya intensif yaitu bisa melalui pendekatan secara hormonal. Riset yang dilakukan oleh Hseu J.R., pada juvenil ikan kerapu membuktikan bahwa kanibalisme dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi hormon serotonin pada otak.

Ikbal Hadi bersama empat rekannya Asep El Qusairi, Ruly Ratannanda, M. Hasyim Al Abror, dan Rezi Hidayat melakukan penelitian bertajuk “Efektivitas Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu Morinda cirtifolia L. Melalui Pakan Alami Terhadap Sifat Kanibalisme Benih Ikan Lele Clarias sp. Pada Sistem Budidaya Intensif”.

Melalui riset intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan di laboratorium, mengkudu menunjukkan keunggulan luar biasa. Mengkudu mengandung zat scopoletin yang berguna dalam peningkatan kegiatan kelenjar peneal di dalam otak, yang merupakan tempat dimana serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin.

Serotonin adalah salah satu zat terpenting di dalam butiran darah (trombosit) yang melapisi saluran pencernaan dan otak. Di dalam otak, serotonin berperan sebagai neurotransmiter penghantar sinyal saran dan prekursor hormon melatonin. Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu badan, suasana hati (mood), masa pubertas dan siklus produksi sel telur, rasa lapar dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan juga penyakit Alzheimer. (Sumber : Pos Kota)

Sabtu, 01 Juni 2013

MANAJEMEN PAKAN



MANAJEMEN PAKAN BUDIDAYA LELE "ORGANIK"
HARI KE PAKAN (KG) TAPIOKA (KG) HARI KE PAKAN (KG) TAPIOKA (KG) HARI KE PAKAN (KG) TAPIOKA (KG) HARI KE PAKAN (KG) TAPIOKA (KG)
1 1 ~ 21 2 ~ 41 4 ~ 61 8,5 ~
2 1 ~ 22 2 ~ 42 4 ~ 62 8,5 ~
3 1 ~ 23 2 ~ 43 4 ~ 63 8,5 ~
4 1 ~ 24 2 ~ 44 4 ~ 64 8,5 ~
5 ~ 3 25 ~ 5 45 ~ 7 65 ~ 9
6 1,25 ~ 26 2,5 ~ 46 5 ~ 66 10 ~
7 1,25 ~ 27 2,5 ~ 47 5 ~ 67 10 ~
8 1,25 ~ 28 2,5 ~ 48 5 ~ 68 10 ~
9 1,25 ~ 29 2,5 ~ 49 5 ~ 69 10 ~
10 ~ 3 30 ~ 5 50 ~ 7 70 ~ 9
11 1,5 ~ 31 3 ~ 51 6 ~ 71 12 ~
12 1,5 ~ 32 3 ~ 52 6 ~ 72 12 ~
13 1,5 ~ 33 3 ~ 53 6 ~ 73 12 ~
14 1,5 ~ 34 3 ~ 54 6 ~ 74 12 ~
15 ~ 3 35 ~ 5 55 ~ 7 75 ~ 9
16 1,5 ~ 36 3,5 ~ 56 7 ~ 76 15 ~
17 1,5 ~ 37 3,5 ~ 57 7 ~ 77 15 ~
18 1,5 ~ 38 3,5 ~ 58 7 ~ 78 15 ~
19 1,5 ~ 39 3,5 ~ 59 7 79 15 ~
20 ~ 3 40 ~ 5 60 ~ 7 80 ~ 9
JUMLAH
± 30 KG 1 SAK         (-1) 12 KG ± 65 KG     2 SAK       (-2) 20 KG ± 130 KG  4,5 SAK (-2) 28 KG ± 280 KG 9,5 SAK          (-2) 36 KG












CATATAN :        - 1 hari setelah bibit masuk kolam & 1 hari sebelum panen ikan di puasakan.
               - kolam ;                                               - bibit ;




                   * ukuran          = 4 m  x   8 m                   * ukuran    = 5



                   * kedalaman   = 80 cm                             * jumlah    = 10.000 ekor

                                  * luas                = 32 m²                             * berat       = 20 kg


               - padat tebar     = 300 ekor/m²





               - panen               = 700 kg






               - FCR                    = 0,7






PAKAN ALTERNATIF

Manajemen Pakan Lele

Lele pada dasarnya merupakan hewan omnivora sehingga jenis pakannya cukup banyak. Selain pakan utama yang berupa pelet, lele juga dapat diberi makan berupa pakan alami atau pakan alternatif. Pakan alami ataupun pakan alternatif yang diberikan kepada lele harus memenuhi 3 (tiga) syarat, yaitu murah, mudah didapat, dan memenuhi kebutuhan nutrisi. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita belajar mengenai Manajemen Pakan Lele.


1. Pakan Alami
Pakan alami yang dapat diberikan untuk lele cukup banyak. Beberapa jenis pakan alami yang dapat digunakan sebagai pakan lele antara lain keong mas, bekicot, cacing tanah, dan ikan rucah.

a. Keong Mas
Keong mas merupakan hama yang banyak mendatangkan kerugian bagi para petani. Binatang ini pertumbuhannya sangat cepat. Keong mas yang menjadi musuh petani ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan lele. Seluruh tubuh keong ini dapat dimanfaatkan sebagi pakan, terkecuali cangkangnya. Cara pemberiannya pun sangat mudah. Keong mas dipecah dan dikeluarkan dari cangkang, dipotong kecil-kecil sesuai ukuran mulut lele, kemudian dimasukkan ke kolam.
b. Bekicot
Kualitas bekicot sebagai pakan lele sama baiknya dengan keong mas. Hanya saja sekarang ini bekicot sudah mulai langka. Cara menyiapkan bekicot untuk pakan lele adalah sama dengan cara menyiapkan pakan dari keong mas, bahkan lebih mudah karena daging bekicot lebih mudah dikeluarkan.

c. Cacing Tanah
Cacing tanah cukup baik untuk digunakan sebagai pakan lele karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Cacing tanah hidup di tanah yang lembap. Lubangnya ditandai oleh gundukan tanah yang berbentuk khas. Cacing tanah dapat diberikan dalam keadaan hidup maupun sudah kering. Sebaiknya cacing tanah dikeringkan terlebih dahulu untuk menghindari kemungkinan terbawanya bibit penyakit.

d. Ikan Rucah
Yang dimaksud ikan rucah adalah ikan kecil-kecil yang tidak layak konsumsi. Ditempat pelelangan ikan (TPI) banyak terdapat ikan yang tidak layak konsumsi, yang biasanya dikumpukan oleh pedagang dan dijual dengan harga yang sangat murah. Ikan rucah juga nerupakan makanan yang baik untuk lele. Sebaiknya ikan itu dicuci bersih terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan garamnya.


Manajemen Pakan Lele

2. Pakan Alternatif
Pakan alternatif juga dapat digunakan untuk menekan biaya pemeliharaan sepanjang tidak mengurangi nutrisi yang diberikan pada lele itu. Pakan alternatif sebaiknya berasal dari limbah yang dijual dengan harga yang sangat murah, atau bahkan yang dibuang orang begitu saja.

a. Limbah Pemotongan Hewan
Tempat pemotongan hewan menghasilkan banyak sekali limbah. Memang tidak semua limbah dapat dimanfaatkan sebagai pakan lele. Hanya limbah kulit, jeroan, dan darah yang dapat digunakan sebagai pakan lele. Sebelum diberikan, sebaiknya limbah itu dipotong-potong terlebih dahulu dengan ukuran tertentu. Khusus untuk darah, sebaiknya diendapkan hingga membeku dan kemudian baru dipotong kecil-kecil

b. Limbah Peternakan Ayam
Kotoran ayam juga dapat dijadikan pakan lele. Hal itu karena kandungan proteinnya cukup tinggi, terutama limbah dari peternakan ayam yang dipelihara secara intensif. Bahkan beberapa peternakan mengkombinasikan ternak lele dengan ayam, yang dikenal dengan sistem “longyam”. Sebenarnya sistem ini beresiko bagi ayam karena kemungkinan ayam untuk terserang penyakit sangat tinggi akibat kelembapan yang berasal dari kolam yang ada dibawah kandangnya.
c. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga juga dapat menjadi sumber pakan yang baik bagi lele. Sisa-sisa makanan, terutama nasi, ikan, daging, sayur, dan sebagainya sangat baik sebagai pakan lele. Sisa makan ini dapat diberikan langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Sisa makanan dapat dikumpulkan dari tetangga sekitar bila menginginkan jumlah yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan lele yang dipelihara.

d. Bangkai
Meskipun menjijikan, namun bangkai dapat juga dijadikan sebagai pakan alternatif. Apabila kolam lele dekat dengan peternakan ayam, bangkai ayam yang mati dapat digunakan sebagai pakan lele. Sebelum diberikan, bangkai itu sebaiknya dipotong kecil-kecil terlebih dahulu. Yang perlu diperhatikan dalam mengolah bangkai adalah keamanannya, mengingat bangkai itu mungkin mengandung bibit penyakit berbahaya, misalnya flu burung.

Demikianlah artikel mengenai Manajemen Pakan Lele yang bisa PerikananIndonesia informasikan.


Semoga bermanfaat.